Pages

Wednesday, April 22, 2015

Demam batu Akik



Masih ingat ketika ikan Louhan menjadi idola pada awal tahun 2000 an lalu? Euphoria atau demam yang sama terjadi lagi di akhir tahun 2014 awal tahun 2015 saat ini, dan yang menjadi objeknya sekarang adalah batu akik!

Masih segar dalam ingatan ketika dihampir setiap rumah memelihara ikan Louhan, bapak-bapak jadi rajin bangun pagi demi mengamati dan memberi makan peliharaannya berharap bisa dijual dengan harga tinggi, sebuah bengkel mobil berubah menjadi galeri ikan Louhan, burayak-burayak unggulan sebesar ikan teri bisa dihargai sampai ratusan ribu, sampai tiba-tiba setiap orang bisa menjadi expert tentang ikan Louhan

Begitu pula sekarang dengan batu akik. Batu-batu peninggalan mertua mulai digosok kembali, pemesanan mesin pemotong dan pengasah batu mulai melonjak, jari bapak-bapak setidaknya dihiasi dengan satu  cincin batu akik, stand-stand yang kosong di mal-mal kelas menengah dan lapak-lapak yang kosong kelas pinggir jalan mulai terisi oleh para pedagang batu akik. Hal yang sama seperti ketika demam ikan Louhan dulu, tiba-tiba setiap orang bisa menjadi expert tentang batu akik
.
Saya sebagai pengamat tentu ikut senang melihat hal ini. Roda ekonomi kecil dan menengah jadi ikut bergerak, pedagang-pedagang batu yang tadinya adem ayem jadi bergairah, peluang untuk untuk mendapat pemasukkan terbuka lebar sejenak melupakan harga-harga ekonomi yang serba naik siapapun yang menjadi presidennya. Walaupun nggak ada patokan harga yang pasti terhadap objek-objek koleksi seperti batu akik ini tapi belajar dari demam ikan Louhan yang sudah lalu harga objek-objek yang berkualitas selalu tetap bertahan.

Ada sahabat yang mau ikut?


sumber foto googledotcom

No comments:

Post a Comment